Masjid Oranye di Negeri Mata Biru

Catatan Iranda Novandi

JIKA ada sayembara yang mempertanyakan: Lamno, Aceh Jaya identik dengan apa? Pasti jawabannya, 90 persen menjawab Gadis Mata Biru. Itulah Lamno, orang selalu mengkaitkannya dengan gadis bermata biru keturunan Portugis.Masjid Baiturrahman Lamno copy Baca lebih lanjut

Cerita Tsunami Membelah Pulau

Oleh: Iranda Novandi

MEMASUKI 13 tahun bencana tsunami melanda Aceh, banyak cerita dan misteri yang belum juga tuntas. Ada saja cerita yang terus berkembang dan terungkap. Salah satunya, cerita terbe­lahnya dua pulau di Kabupaten Aceh Jaya.

ujung seudee dan pulau klang

Pulau Seudee dan Pulau Klang

Oleh masyarakat setempat kedua daerah ini diberi nama Gampong Ujung Seudee dan Pulau Klang. Tapi, banyak orang, khususnya para wisata­wan memberi nama kedua pulau ini adalah Pulau Tsunami. Karena mereka terpi­sah akibat tsunami yang mener­jang sebagian besar pesisir di seluruh Aceh. Baca lebih lanjut

Ada Apa Dibalik Penutupan SIA?

Catatan Iranda Novandi

BAGAI memasuki kamp militer, lokasi itu dijaga ketat. Sekitar sepuluh meter sebelum memasuki gerbang yang tertutup dengan portai besi, di sisi kiri terdapat satu bangunan yang dilengkapi jaring penghalang dan karung pasir.

Bagunan tersebut dijaga aparat keamanan dari TNI dan Polri. Terlihat dua orang menjaganya dengan seragam lengkap. Bangunan ini mengingatkan kita masa-masa konflik Aceh saat berkecamuk dulu. Bangunan ini persis yang digunakan TNI/Polri dalam menjaga markasnya.semen laweung Baca lebih lanjut

Kopi Mobil, Cara lain Menyerumput si Hitam

Catatan Iranda Novandi

BANYAK  cara yang dilakukan orang untuk bisa menikmati secangkir kopi. Ada yang duduk di lobi hotel berbintang dengan harga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah hanya untuk secangkir kopi, sambil membahas bisnis serta melobi proyek raksasa.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Baca lebih lanjut

“Gubuk Seluler” ala Ise-ise

Oleh: Iranda Novandi

“KALAU mau menelepon di atas sana, di gubuk itu,” ujar seorang wa­nita muda sambil menunjuk sebuah bukit kecil dan di atasnya ada sebuah gubuk sederhana. Ukurannya sekitar 2 x 2,5 meter.gubuk komunikasi Baca lebih lanjut

Sauna Alam Air Belerang

Oleh: Iranda Novandi

AROMA belerang begitu menye­ngat di hidung. Kepulan asap menge­pul dari aliran air di kaki Gunung Seulawah. Uap panas pun terasa menghampiri pori-pori, memberi sensasi berbeda dengan panasnya terik matahari.

ie seuum

Pemandian Ie Seuum, Aceh Besar

Puluhan gazebo (gubuk) terlihat disesaki para keluarga yang berlibur. Di sumber mata air yang menge­luarkan hawa panas sejumlah orang asyik dengan kegiatan. Di kolam kecil yang dikhususkan bagi anak-anak pun terlihat ramai. Baca lebih lanjut

Soto Paya Beke Gayo Rasa Tiro Pidie

Catatan Iranda Novandi

SOTO, bukanlah sesuatu yang sangat istimewa saat sekarang ini. Hampir bisa dipastikan, semua daerah di nusantara memiliki makanan satu ini. biasanya, dibelakang kata ‘soto’ selalu di ikuti nama daerah dimana soto tersebut dibuat.

Sebut saja Soto Betawi, Soto Lamongan, Soto Medan, coto Makassar, soto Kudus, Soto Banjar, Soto Bandung, soto Madura, Soto Padang, Soto Surabaya, Soto Banjarnegara dan banyak lagi. – jika pembaca tau nama soto lain, silahkan tambah 🙂 🙂

soto payabeke_2

Seorang penikmat soto Nono Tarigan sedang menikmati rasa Soto Paya Beeckee

Nah.. ini ada satu lagi soto yang akan menambah daftar nama soto di nusantara. Namanya, Soto Paya Beeckee. Tentu muncul pertanyaan dimana itu Paya Beeckee? Soto Paya Beeckee diambil dari salah satu kampung (desa) di Aceh tengah yakni Paya Beke.

Paya Beke merupakan salah satu daerah di pedalaman Aceh Tengah, yang terletak di Kecamatan Silih Nara. Kawasan ini merupakan daerah yang bisa dikatakan, kawasan pelosok di Aceh Tengah yang kerab dilanda musibah seperti banjir bandang dan lonsgor.

Paya Beke merupakan kampung yang masyarakatnya umumnya petani. Kopi dan Tebu merupakan, tanaman favorit yang menjadi sumber kehidupan masyarakat disana. Daerah ini sangat jauh letaknya dari ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, Takengon.

Namun, iklim sejuk dengan udara pegunungan membuat seorang Mastinur (56) memiliki rasa cinta akan daerah ini. Pasalnya, di Paya Beke ini, Mastinur sempat tinggal lima tahun sebagai Kepala Transmisi (Pemancar TVRI).

Menurut Ayu, istri dari Mastinur, setelah memasuki usia pensiun sebagai pegawai di TVRI Aceh, ia memilih membuka usaha dagangan, yakni menjual soto dan lontong yang diberi nama Soto Paya Beeckee.

“Walaupun abang (suami) berasal dari Pidie namun ia memilih nama Paya Beke untuk soto yang dijual,” ujar Ayu saat berbincang dengan penulis di Mauligo Kopi, salah satu warkop yang terletak di Jalan Sudirman, Geuce Inem Banda Aceh.

Menurut mantan atlit Karate Aceh ini, suami tak memiliki darah Gayo samasekali. Mastinur berasal dari Tiro. Sebuah kampung yang sangat tersohor hingga ke berbagai penjuru nusantara bahkan dunia.

Karena, dari Kampung inilah seorang tokoh pergerakan Aceh Merdeka Tgk Muhammad Hasan Ditiro berasal. Bahkan, seorang pahlawan nasional Indonesia Tgk Chik Ditiro juga berasal dari Kampung ini.

Kembali ke cerita Soto Paya Beeckee. Soto ini umumnya sama dengan soto lainnya. Racikan dengan mengandalkan toge, gading ayam, bawang, daun salendri ditambah lontong serta kerupuk emping asal Bereuenun, Pidie dan perkedel.

soto payabeke_1

Soto Paya Beeckee

Rasanya sangat gurih. Racikan kuah kaldu terasa renyah di lidah. Bila kita penikmat pedas, bisa ditambah dengan gilingan cabe kecit (rawit) yang dibuat seperti saos. Tentu, bagi yang penikmat soto, ada sensasi rasa yang nikmat hingga batas akhir tenggorokan.

Tak salah bila bisa dikatakan Soto Paya Beeckee  memiliki rasa Tiro. Karena, rajikan mastinur ini juga mengandalkan rempah-rempah Aceh sebagaimana masakah Pidie yang kaya akan rempah-rempah alami.

Menurut Ayu, yang rela meninggalkan semua aktivitasnya sebagai atlit karate, pascatsunami melanda Aceh, selain berjualan di warkop Meuligo Kopi di Geuce Inem. Mereka juga membuka usaha yang sama di Lampaseh yang berjarak sekitar 200 meter dari pusat Pasar Aceh di Banda Aceh.

“Saya berjualan disini sejak pagi hingga pukul 18.00 wib, sedangkan abang (suami) berjualan di Lampaseh,” ujar Ayu mantan wartawati yang berjualan didampingi anaknya.

Nah… bagi anda yang di Banda Aceh dan sekitarnya, jika ingin merasakan bagaimana nikmati Soto Paya Beeckee berasa Tiro ini, silahkan datang ke Meuligo Kupi di Geuce Inem atau bisa juga langsung ke Lampaseh.soto payabeke

Tidak perlu merogoh kocek banyak. Cukup dengan uang Rp10.000, kita sudah bisa menikmati seporsi Soto Paya Beeckee. Atau ditambah Rp5000,- kita bisa menikmati soto plus kopi sareng Aceh yang terkenal enak tersebut.

Mau tau bagaimana nikmatnya. Ayo buruan, tunggu apa lagi…

Mengintip Kerukunan Beragama di “Negeri Madani”

Oleh: Iranda Novandi

MENGINJAKKAN kaki di ne­geri “Lancang Kuning” Riau seakan menjadi menjadi napak tilas perja­lanan tiga tahun lalu, Mei 2014. Saat itu, dilangsungkan pertemuan “Temu Redaktur  Kebudayaan (TRK) III” yang merupakan program Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Baca lebih lanjut